Ekspresi. Kata ini tiba-tiba saja muncul ketika saya memikirkan judul blog ini. Apa ya kata yang cocok? Yang jelas di blog ini saya hanya ingin menuangkan perasaan, unek-unek, cerita atau ide apa saja yang mewakili pikiran atau perasaan saya saat itu. Bukan tanpa tujuan dan harapan. Sejatinya saya ingin belajar menulis, membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat sekaligus menuangkan segala pikiran, perasaan, dan keyakinan saya. Kata sebagian orang tulisan bisa mewakili gambaran pribadi seseorang. Nah kata "Ekspresi" inilah yang tiba-tiba terlintas dan saya anggap cukup mewakili apa yang ingin saya sampaikan.
Ekspresi yang bahasa English-nya expression, didalam kamus Inggris-Indonesia nya John M.Echols dan Hassan Shadily dapat diartikan sebagai ungkapan, ucapan, pernyataan, perasaan maupun tanda atau lambang. Jadi blog ini diharapkan dapat membantu mengungkapkan segala pikiran, perasaan, pemahaman maupun keyakinan saya dalam melihat berbagai hal dalam cakrawala kehidupan yang begitu luas.
Yang saya pahami, manusia pada dasarnya membutuhkan ruang untuk berekspresi. Bahkan sejak terlahir di dunia manusia telah "dituntun" Sang Pencipta untuk mengekspresikan dirinya lewat sebuah tangisan. Ada bayi yang lahir diiringi suara tangisnya yang nyaring dan keras, ada yang melengking, ada yang agak pelan tapi intens dan sebagainya. Masing-masing dengan irama yang khas . Irama yang bisa dibedakan oleh seorang ibu yang memang jeli dan perhatian. Tak jarang di sebuah rumah bersalin kita mendengarkan seorang ibu berkata: "O, itu bukan bayi saya yang menangis, suaranya beda". Ekspresi setiap individu memang khas dan sangat mungkin tak ada duanya. Ekspresi yang mewakili Ke-Maha Besar-an Penciptanya.
Untuk alasan itu, jangan takut berekspresi! Namun juga perlu lugas dan tidak perlu dibuat-buat. Serta jangan lupa berani bertanggung jawab. Tapi, seandainya anda memang takut mengekspresikan pikiran dan perasaaan anda atau sengaja membuat-buat ekspresi yang tidak sebenarnya, atau mungkin tak berani mempertanggungjawabkannya bisa jadi itu semua justru mekspresikan pribadi anda yang sebenarnya. Bingung ya ? Bisa jadi itu juga bentuk emosi anda yang perlu diekspresikan setelah membaca tulisan ini!
Ekspresi yang bahasa English-nya expression, didalam kamus Inggris-Indonesia nya John M.Echols dan Hassan Shadily dapat diartikan sebagai ungkapan, ucapan, pernyataan, perasaan maupun tanda atau lambang. Jadi blog ini diharapkan dapat membantu mengungkapkan segala pikiran, perasaan, pemahaman maupun keyakinan saya dalam melihat berbagai hal dalam cakrawala kehidupan yang begitu luas.
Yang saya pahami, manusia pada dasarnya membutuhkan ruang untuk berekspresi. Bahkan sejak terlahir di dunia manusia telah "dituntun" Sang Pencipta untuk mengekspresikan dirinya lewat sebuah tangisan. Ada bayi yang lahir diiringi suara tangisnya yang nyaring dan keras, ada yang melengking, ada yang agak pelan tapi intens dan sebagainya. Masing-masing dengan irama yang khas . Irama yang bisa dibedakan oleh seorang ibu yang memang jeli dan perhatian. Tak jarang di sebuah rumah bersalin kita mendengarkan seorang ibu berkata: "O, itu bukan bayi saya yang menangis, suaranya beda". Ekspresi setiap individu memang khas dan sangat mungkin tak ada duanya. Ekspresi yang mewakili Ke-Maha Besar-an Penciptanya.
Untuk alasan itu, jangan takut berekspresi! Namun juga perlu lugas dan tidak perlu dibuat-buat. Serta jangan lupa berani bertanggung jawab. Tapi, seandainya anda memang takut mengekspresikan pikiran dan perasaaan anda atau sengaja membuat-buat ekspresi yang tidak sebenarnya, atau mungkin tak berani mempertanggungjawabkannya bisa jadi itu semua justru mekspresikan pribadi anda yang sebenarnya. Bingung ya ? Bisa jadi itu juga bentuk emosi anda yang perlu diekspresikan setelah membaca tulisan ini!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar